Sanahil Walaki ya my beloved sister ...
semoga kamu menjadi anak yang berbakti dan berguna bagi semua orang ...
semoga menjadi kebanggaan kami Amien ...
semoga bisa menyatukan kami kembali ...
semoga menjadi anak yang cerdas, yang hasanah jasmani dan rohaninya ..
Amiiiin.......
___ 25 Agustus 2013 ____ B'Day Ke-5 Th
My Camp
Selasa, 27 Agustus 2013
Jumat, 19 April 2013
Minggu, 28 Oktober 2012
CONTOH MAKALAH ISTIRAHAT DAN SEKSUAL PADA IBU NIFAS
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA Ny. “M” DENGAN GRASTRITIS
DI RSUD ABDOER RAHEM SITUBONDO
Ruangan : Dahlia
Tanggal MRS : Senin, 17 September 2012
Dx. Medis : Gastritis + ISK + Anemia
No. Register : 136015
I. Pengkajian Data
Tanggal/Jam Pengkajian : 19 September 2012 Jam : 10.30
A. Data Subyektif
1. Biodata Pasien
Nama : Ny. “M” Nama Suami : Tn. “H”
Umur : 40 tahun Umur : 60 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SD Pendidikan : SD
Suku / Bangsa : Indonesia Suku / Bangsa : Indonesia
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Widuri – Suboh Alamat : Widuri – Suboh
2. Keluhan Utama
a. Keluhan Saat MRS
Klien mengatakan bahwa ia sesak nafas, perut sakit, pusing, nyeri ulu hati, mual.
b. Keluahan Saat Pengkajian
Klien mengatakan bahwa ia sesak, nyeri epigatrium dari perut kiri bawah, mual.
3. Riwayat Kesehtan
a. Riwayat Kesehatan Lalu
Klien mengatakan mempunyai penyakit hipertensi sejak tahun 2011 dan klien mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit menurun lainnya (DM, Asma), penyakit menular (Batuk menahun, hepatitis, HIV/AIDS), penyakit menahun (Jantung, Asma).
b. Riwayat Penyakit Sekarang
Klien mengatakan sesak nafas, pusing, nyeri tekan dari perut kiri bawah pada tanggal 15 September 2012. Kemudian klien dibawa ke puskesmas Suboh, kemudian pada tanggal 17 September 2012 klien MRS di RSUD Abdoer Rahem pada jam 10.30 WIB. Pertama kali klien masuk dibawa ke IGD setelah itu dibawa ke ruang dahlia.
c. Riwayat Penyakit Keluarga
Klien mengatakan didalam keluarganya tidak ada yang mempunyai penyakit menular, menurun maupun menahun.
- Penyakit menurun : Kencing manis, Asma, Hipertensi
- Penyakit menular : batuk, hepatitis, HIV / AIDS
- Penyakit menahun : Jantung, asma
4. Pola Kebiasaan Sehari-hari
No Pola Kebiasaan Sebelum Sakit Saat Sakt
1 Nutrisi - Makan : Frekuensi : 3 x sehari porsi 1 piring, menu : nasi, lauk, sayur dan kuah.
- Minum : 8 – 10 gelas sehari, minum air putih dan teh manis. - Makan : 1 x sehari, porsi = ½ piring.
Menu : Nasi, lauk, sayur dan kuah.
- Minum : 2 – 3 gelas sehari, minum air putih.
2 Istirahat - Tidur Siang : Tidak tidur.
- Tidur Malam : 7 jam (21.00 – 04.00 WIB). - Tidur Siang : 30 menit
- Tidur Malam : 3 – 4 jam.
3 Aktifitas - Klien sebagai ibu rumah tangga mengharuskan banyak duduk dan berdiri. - Klien sebagai ibu rumah tangga mengahruskan banyak duduk dan berdiri.
4 Eliminasi - BAK : 3 x sehari, warna kuning bau khas.
- BAB : 1 x sehari, konsistensi lem-bek, warna kuning. - BAK : 1 x sehari, terkadang tidak pernah sama sekali.
- BAB : 1 x sehari, konsistensi padat warna hitam (terdapat bercak darah).
5 Kebersihan - Mandi : 2 – 3 x sehari gosok gigi tiap kali mandi, ganti pakaian, jika kotor, keramas 1 x sehari. - Mandi : Hanya diseka.
B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum : lemah
Kesadaran : compos mentis
BB sebelum sakit : 50
BB saat sakit : 43
BB ideal : (TB – 100) – 10% : (150 – 100) – 10% : 45
TB : 150 cm
2. Pemeriksaan TTV
S : 36,3 C
N : 90 x / menit
TD : 150 / 100 mmHg
RR : 26 x / menit
3. Pemeriksaan Bentuk Fisik Khusus
a. Inspeksi
Bentuk tubuh : Kifosis
Cara Berjalan : Tidak pincang
Kepala : Rambut panjang, beruban, tidak tampak benjolan, dan lesi.
Muka : Pucat, tidak oedema
Mata : Simetris, konjungtiva pucat, sklera putih, tidak strabismus (juling).
Hidung : Bersih, tidak tampak polip, tidak mimisan, tidak terdapat pernafasan cuping hidung.
Bibir : Bibir pucat, tidak tampak stomatitis, lidah bersih.
Telinga : Simetris, bersih tidak tampak serumen.
Leher : Bersih, tidak tampak pembesaran kelenjar tyroid, tidak tampak pembengkakan kelenjar limfe, tidak tampak pembengkakan vena jogularis.
Mamae : Simetris, bersih, tampak areola mamae dan papila mamae.
Ketiak : Bersih, tidak tampak pembesaran kelenjar limfe.
Perut : Bersih, tampak bekas luka, tampak linea alba, tampak membuncit.
Genetalia : Tidak dikaji
Ekstermitas Atas : Simetris, tidak tampak oedema, fungsi pergerakan bebas.
Ekstermitas Bawah: Simetris, tidak tampak odema, tidak tampak lesi.
b. Palpasi
Leher : Tidak teraba pembesaran kelenjar tyroid, tidak teraba pembengkakan kelenjar lymfe, dan tidak teraba bendungan vena jogularis.
Ketiak : Tidak teraba pembesaran kelenjar limfe.
Payudara : Tidak teraba benjolan.
Abdomen : -
c. Auskultasi
Paru : -
Jantung : -
Abdomen : -
d. Perkusi
Reflek patella : Ka / Ki +/+
4. Pemeriksaan Penunjang
- Hb : 8,6 gr %
- Gol. Darah : O
II. Penatalaksanaan
1. Inf. RL 14 tpm
2. Inj. Ranitidin 2 x 50 mg
3. Inj. Norages 3 x 1000 mg
4. Cefotaxime 2 x 1 g
P/O : Antasida Syr 3 x 1 CI
Braxidin 3 x 1 tab
III. Analisa Data
Tanggal Data Masalah Etiologi
19/9 12 Ds : Ibu mengatakan sesak, mual, muntah, nyeri epig dari perut kiri bawah.
Do : TTV
TD : 150/100 mmHg
N : 90 x / menit
RR : 26 x / menit
S : 36,3 C Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan. Anoreksia
IV. Diagnosa Keperawatan
Tanggal : 19 September 2012 Jam : 10.25
- Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan dengan anoreksia.
V. Rencana Tindakan
1. Lalukan pengkajian kembal pola makan pasien
R/ Informasi dasar untuk perencanaan awal dan validasi data.
2. Kolaborasi dengan ahli diet yang tepat
R/ Menentukan makanan yang sesuai dengan pasien.
3. Hindari makanan yang banyak mengandung gas
R/ Mengurangi rasa nyaman.
4. Monitor hasil lab seperti glukosa, elektrolit, albumin, hemoglobin, kolaborasi dengan dokter.
R/ Monitor status nutrisi.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari hasil Asuhan Keperawatan yang telah dilakukan pada klien :
Nama : Ny. “M”
Umur : 40 tahun
Didapatkan beberapa data yang akan dipergunakan sebagai landasan dalam memberikan asuhan. Dalam kesimpulan dimulai dari pengkajian, penatalaksanaan, analisa data, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan.
3.2 Saran
3.2.1 Petugas kesehatan
1. Hendaknya memupuk kebersamaan dengan rekan sejawat sehingga tercipta hubungan saling menunjang
2. Senantiasa meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan baik yang didapat dari praktek lapangan maupun kursus, seminar dan lain-lain
3.2.2 Pasien
1. Ibu dan keluarga mau melaksanakan aturan rumah sakit dan penjelasan oleh petugas
2. Hendaknya pasien lebih kooperatif dengan petugas kesehatan
PADA Ny. “M” DENGAN GRASTRITIS
DI RSUD ABDOER RAHEM SITUBONDO
Ruangan : Dahlia
Tanggal MRS : Senin, 17 September 2012
Dx. Medis : Gastritis + ISK + Anemia
No. Register : 136015
I. Pengkajian Data
Tanggal/Jam Pengkajian : 19 September 2012 Jam : 10.30
A. Data Subyektif
1. Biodata Pasien
Nama : Ny. “M” Nama Suami : Tn. “H”
Umur : 40 tahun Umur : 60 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SD Pendidikan : SD
Suku / Bangsa : Indonesia Suku / Bangsa : Indonesia
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Widuri – Suboh Alamat : Widuri – Suboh
2. Keluhan Utama
a. Keluhan Saat MRS
Klien mengatakan bahwa ia sesak nafas, perut sakit, pusing, nyeri ulu hati, mual.
b. Keluahan Saat Pengkajian
Klien mengatakan bahwa ia sesak, nyeri epigatrium dari perut kiri bawah, mual.
3. Riwayat Kesehtan
a. Riwayat Kesehatan Lalu
Klien mengatakan mempunyai penyakit hipertensi sejak tahun 2011 dan klien mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit menurun lainnya (DM, Asma), penyakit menular (Batuk menahun, hepatitis, HIV/AIDS), penyakit menahun (Jantung, Asma).
b. Riwayat Penyakit Sekarang
Klien mengatakan sesak nafas, pusing, nyeri tekan dari perut kiri bawah pada tanggal 15 September 2012. Kemudian klien dibawa ke puskesmas Suboh, kemudian pada tanggal 17 September 2012 klien MRS di RSUD Abdoer Rahem pada jam 10.30 WIB. Pertama kali klien masuk dibawa ke IGD setelah itu dibawa ke ruang dahlia.
c. Riwayat Penyakit Keluarga
Klien mengatakan didalam keluarganya tidak ada yang mempunyai penyakit menular, menurun maupun menahun.
- Penyakit menurun : Kencing manis, Asma, Hipertensi
- Penyakit menular : batuk, hepatitis, HIV / AIDS
- Penyakit menahun : Jantung, asma
4. Pola Kebiasaan Sehari-hari
No Pola Kebiasaan Sebelum Sakit Saat Sakt
1 Nutrisi - Makan : Frekuensi : 3 x sehari porsi 1 piring, menu : nasi, lauk, sayur dan kuah.
- Minum : 8 – 10 gelas sehari, minum air putih dan teh manis. - Makan : 1 x sehari, porsi = ½ piring.
Menu : Nasi, lauk, sayur dan kuah.
- Minum : 2 – 3 gelas sehari, minum air putih.
2 Istirahat - Tidur Siang : Tidak tidur.
- Tidur Malam : 7 jam (21.00 – 04.00 WIB). - Tidur Siang : 30 menit
- Tidur Malam : 3 – 4 jam.
3 Aktifitas - Klien sebagai ibu rumah tangga mengharuskan banyak duduk dan berdiri. - Klien sebagai ibu rumah tangga mengahruskan banyak duduk dan berdiri.
4 Eliminasi - BAK : 3 x sehari, warna kuning bau khas.
- BAB : 1 x sehari, konsistensi lem-bek, warna kuning. - BAK : 1 x sehari, terkadang tidak pernah sama sekali.
- BAB : 1 x sehari, konsistensi padat warna hitam (terdapat bercak darah).
5 Kebersihan - Mandi : 2 – 3 x sehari gosok gigi tiap kali mandi, ganti pakaian, jika kotor, keramas 1 x sehari. - Mandi : Hanya diseka.
B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum : lemah
Kesadaran : compos mentis
BB sebelum sakit : 50
BB saat sakit : 43
BB ideal : (TB – 100) – 10% : (150 – 100) – 10% : 45
TB : 150 cm
2. Pemeriksaan TTV
S : 36,3 C
N : 90 x / menit
TD : 150 / 100 mmHg
RR : 26 x / menit
3. Pemeriksaan Bentuk Fisik Khusus
a. Inspeksi
Bentuk tubuh : Kifosis
Cara Berjalan : Tidak pincang
Kepala : Rambut panjang, beruban, tidak tampak benjolan, dan lesi.
Muka : Pucat, tidak oedema
Mata : Simetris, konjungtiva pucat, sklera putih, tidak strabismus (juling).
Hidung : Bersih, tidak tampak polip, tidak mimisan, tidak terdapat pernafasan cuping hidung.
Bibir : Bibir pucat, tidak tampak stomatitis, lidah bersih.
Telinga : Simetris, bersih tidak tampak serumen.
Leher : Bersih, tidak tampak pembesaran kelenjar tyroid, tidak tampak pembengkakan kelenjar limfe, tidak tampak pembengkakan vena jogularis.
Mamae : Simetris, bersih, tampak areola mamae dan papila mamae.
Ketiak : Bersih, tidak tampak pembesaran kelenjar limfe.
Perut : Bersih, tampak bekas luka, tampak linea alba, tampak membuncit.
Genetalia : Tidak dikaji
Ekstermitas Atas : Simetris, tidak tampak oedema, fungsi pergerakan bebas.
Ekstermitas Bawah: Simetris, tidak tampak odema, tidak tampak lesi.
b. Palpasi
Leher : Tidak teraba pembesaran kelenjar tyroid, tidak teraba pembengkakan kelenjar lymfe, dan tidak teraba bendungan vena jogularis.
Ketiak : Tidak teraba pembesaran kelenjar limfe.
Payudara : Tidak teraba benjolan.
Abdomen : -
c. Auskultasi
Paru : -
Jantung : -
Abdomen : -
d. Perkusi
Reflek patella : Ka / Ki +/+
4. Pemeriksaan Penunjang
- Hb : 8,6 gr %
- Gol. Darah : O
II. Penatalaksanaan
1. Inf. RL 14 tpm
2. Inj. Ranitidin 2 x 50 mg
3. Inj. Norages 3 x 1000 mg
4. Cefotaxime 2 x 1 g
P/O : Antasida Syr 3 x 1 CI
Braxidin 3 x 1 tab
III. Analisa Data
Tanggal Data Masalah Etiologi
19/9 12 Ds : Ibu mengatakan sesak, mual, muntah, nyeri epig dari perut kiri bawah.
Do : TTV
TD : 150/100 mmHg
N : 90 x / menit
RR : 26 x / menit
S : 36,3 C Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan. Anoreksia
IV. Diagnosa Keperawatan
Tanggal : 19 September 2012 Jam : 10.25
- Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan dengan anoreksia.
V. Rencana Tindakan
1. Lalukan pengkajian kembal pola makan pasien
R/ Informasi dasar untuk perencanaan awal dan validasi data.
2. Kolaborasi dengan ahli diet yang tepat
R/ Menentukan makanan yang sesuai dengan pasien.
3. Hindari makanan yang banyak mengandung gas
R/ Mengurangi rasa nyaman.
4. Monitor hasil lab seperti glukosa, elektrolit, albumin, hemoglobin, kolaborasi dengan dokter.
R/ Monitor status nutrisi.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari hasil Asuhan Keperawatan yang telah dilakukan pada klien :
Nama : Ny. “M”
Umur : 40 tahun
Didapatkan beberapa data yang akan dipergunakan sebagai landasan dalam memberikan asuhan. Dalam kesimpulan dimulai dari pengkajian, penatalaksanaan, analisa data, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan.
3.2 Saran
3.2.1 Petugas kesehatan
1. Hendaknya memupuk kebersamaan dengan rekan sejawat sehingga tercipta hubungan saling menunjang
2. Senantiasa meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan baik yang didapat dari praktek lapangan maupun kursus, seminar dan lain-lain
3.2.2 Pasien
1. Ibu dan keluarga mau melaksanakan aturan rumah sakit dan penjelasan oleh petugas
2. Hendaknya pasien lebih kooperatif dengan petugas kesehatan
CONTOH LATAR BELAKANG DYSPNEA
BAB 1
PENDAHULUAN
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah konsep penyakit dari gastritis, ulkus peptikum dan ca. gaster?
2. Bagaimanakah konsep asuhan keperawatan yang dapat di terapkan pada penderita gastritis?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui konsep penyakit dari Dyspnea?
2. Untuk mengetahui konsep asuhan keperawatan?
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dispnea atau sesak nafas merupakan keadaan yang sering ditemukan pada penyakit paru maupun jantung. Bila nyeri dada merupakan keluhan yang paling dominan pada penyakit paru. Akan tetapi kedua gejala ini jelas dapat dilihat pada emboli paru,bahkan sesak napas merupakan gejala utama pada payah jantung.
Kasifikasi Penyakit Dispnea
Dispnea dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Inspiratori dispnea, yakni kesukaran bernapas pada waktu inspirasi yang disebabkan oleh karena sulitnya udara untuk memasuki paru-paru.
Ekspiratori dispnea, yakni kesukaran bernapas pada waktu ekspirasi yang disebabkan oleh karena sulitnya udara yang keluar dari paru-paru.
Kardiak dispnea, yakni dispnea yang disebabkan primer penyakit jantung.
Exertional dispnea, yakni dispnea yang disebabkan oleh karena olahraga.
Exspansional dispnea, dispnea yang disebabkan oleh karena kesulitan exspansi dari rongga toraks.
Paroksismal dispnea, yakni dispnea yang terjadi sewaktu-waktu, baik pada malam maupun siang hari.
Ortostatik dispnea, yakni dispnea yang berkurang pada waktu posisi duduk.
. Olehnya itu, dalam bab selanjutnya akan dilakukan pembahasan lebih lanjut tentang ketiga penyakit ini, yang tentunya sangat perlu diketahui oleh perawat yang nantinya tidak menutup kemungkinan akan menghadapi pasien dengan penyakit tersebut.
Dispnea atau sesak nafas merupakan keadaan yang sering ditemukan pada penyakit paru maupun jantung. Bila nyeri dada merupakan keluhan yang paling dominan pada penyakit paru. Akan tetapi kedua gejala ini jelas dapat dilihat pada emboli paru,bahkan sesak napas merupakan gejala utama pada payah jantung.
Kasifikasi Penyakit Dispnea
Dispnea dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Inspiratori dispnea, yakni kesukaran bernapas pada waktu inspirasi yang disebabkan oleh karena sulitnya udara untuk memasuki paru-paru.
Ekspiratori dispnea, yakni kesukaran bernapas pada waktu ekspirasi yang disebabkan oleh karena sulitnya udara yang keluar dari paru-paru.
Kardiak dispnea, yakni dispnea yang disebabkan primer penyakit jantung.
Exertional dispnea, yakni dispnea yang disebabkan oleh karena olahraga.
Exspansional dispnea, dispnea yang disebabkan oleh karena kesulitan exspansi dari rongga toraks.
Paroksismal dispnea, yakni dispnea yang terjadi sewaktu-waktu, baik pada malam maupun siang hari.
Ortostatik dispnea, yakni dispnea yang berkurang pada waktu posisi duduk.
. Olehnya itu, dalam bab selanjutnya akan dilakukan pembahasan lebih lanjut tentang ketiga penyakit ini, yang tentunya sangat perlu diketahui oleh perawat yang nantinya tidak menutup kemungkinan akan menghadapi pasien dengan penyakit tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah konsep penyakit dari gastritis, ulkus peptikum dan ca. gaster?
2. Bagaimanakah konsep asuhan keperawatan yang dapat di terapkan pada penderita gastritis?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui konsep penyakit dari Dyspnea?
2. Untuk mengetahui konsep asuhan keperawatan?
Contoh kata pengantar
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahNya, Sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan proses belajar tentang
mata kuliah Asuhan Kebidanan(ASKEB) III
Asuhan Kebidanan ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas kami. Penyusunan tugas ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu sepatutnya penulis mengucapkan terimakasih kepada yang terhormat :
1. KHR. Ahmad Azzaim sebagai pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo
2. Ibu Lucky Lutfiana R, S.ST Selaku direktur Akademi Kebidanan Ibrahimy yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan praktek
3. Ibu Nur jamilah S.ST selaku dosen wali.
4. Ibu Astik Umiyah, S.ST selaku dosen pembimbing mata kuliah Asuhan Kebidanan ASKEB III
5. Kedua Orang Tua Yang telah memberikan dukungan moral, spiritual, dan material.
6. Teman-teman yang selalu memberi masukan tentang ASKEB III ini
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan maupun penyusunan laporan proses belajar tentang penerapan asuhan kebidanan, masih terdapat banyak sekali kekurangan. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif untuk perbaikan laporan ini dan juga laporan selanjutnya.
Penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya.
Situbondo, 29 Oktober 2012
Kelompok
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahNya, Sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan proses belajar tentang
mata kuliah Asuhan Kebidanan(ASKEB) III
Asuhan Kebidanan ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas kami. Penyusunan tugas ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu sepatutnya penulis mengucapkan terimakasih kepada yang terhormat :
1. KHR. Ahmad Azzaim sebagai pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo
2. Ibu Lucky Lutfiana R, S.ST Selaku direktur Akademi Kebidanan Ibrahimy yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan praktek
3. Ibu Nur jamilah S.ST selaku dosen wali.
4. Ibu Astik Umiyah, S.ST selaku dosen pembimbing mata kuliah Asuhan Kebidanan ASKEB III
5. Kedua Orang Tua Yang telah memberikan dukungan moral, spiritual, dan material.
6. Teman-teman yang selalu memberi masukan tentang ASKEB III ini
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan maupun penyusunan laporan proses belajar tentang penerapan asuhan kebidanan, masih terdapat banyak sekali kekurangan. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif untuk perbaikan laporan ini dan juga laporan selanjutnya.
Penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya.
Situbondo, 29 Oktober 2012
Kelompok
Rabu, 17 Oktober 2012
CONTOH ASKEP
BAB
3
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny “S”
DENGAN DYSPNEA
DI RSUD
ABDOER RAHEM SITUBONDO
Ruangan :
Bougenvil
Tanggal/Jam MRS :
28 September 2012 Jam : 10.54 WIB
Dx Medis :
Obs. Dyspnea + Hipoglikemia
No. Register :
3.1
PENGKAJIAN DATA
Tanggal : 03 Oktober 2012 Jam : 20.15
WIB
A. Data Subjektif
1. Biodata
Nama : Ny. “S” Nama
PJ : Ny. “H”
Umur : 56 Th Umur : 35 Th
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : - Pendidikan : SD
Suku /
bangsa : Indonesia Suku/ bangsa : Indonesia
Pekerjaan :
IRT Pekerjaan :
IRT
Alamat :
Dawuhan-Parse Alamat : JL. Hasan As-segaf-
Parse
2. Keluhan utama
Klien mengatakan bahwa ia
merasa sesak
3. Riwayat kesehatan
a.
Riwayat kesehatan sekarang
Ibu
mengatakan mengalami sesak nafas sejak pada hari tanggal 27 september 2012 dan
tidak nafsu makan pada malam harinya kemudian pada hari jumat tanggal 28
september 2012 langsung di bawa ke IGD di RSUD Abdoer Rahem Situbondo dan
kemudian di pindah ke ruang bougenvil pada jam 10.54 WIB
b. Riwayat kesehatan lalu
Klien
mengatakan mempunyai riwayat penyakit hipertensi sejak tahun 2008 dan klien
mengatakan tidak mempunyai riwayat :
ð Penyakit menurun :Asma, DM, hemophilia (pembekuan darah)
ð Penyakit menular :Penyakit kuning (hepatitis), TBC, HIV/AIDS
ð Penyakit menahun : Jantung, Asma
c. Riwayat kesehatan keluarga
Klien
mengatakan di dalam keluarganya tidak ada yang mempunyai riwayat penyakit menular, menurun maupun menahun :
ð Penyakit menurun : Asma, Hipertensi, DM, Hemofilia
ð Penyakit menular : Penyakit kuning (hepatitis) ,TBC, HIV / AIDS
ð Penyakit menahun : Jantung, Asma
4.
Pola
kebiasaan sehari – hari
|
No
|
Pola kebiasaan
|
Sebelum sakit
|
Saat sakit
|
|
1.
|
Nutrisi
|
- Makan : 2-3
x sehari
- Porsi : 1 piring
- Menu :
Nasi, lauk, sayur, dan kuah
- Minum : 8-10 gelas sehari
Minum air putih
|
- Makan : 4-5 sendok 1 hari
- Porsi : ½
piring
- Menu : Nasi, lauk, sayur, dan kuah
- Minum : 8-10 gelas sehari
Minum air putih
|
|
2.
|
Istirahat
|
-Tidur siang: tidur
-Tidur malam: 7 jam (21.00 - 04.00WIB)
|
-Tidur siang: 30 menit
-Tidur malam: Terkadang tidak bisa tidur
|
|
3.
|
Aktifitas
|
- Ibu sebagai ibu rumah tangga
mengharuskan banyak duduk dan berdiri
|
- Ibu sebagai ibu rumah tangga
mengharuskan banyak duduk dan berdiri
|
|
4.
|
Eliminasi
|
- BAK: 3-4 x sehari, warna
kuning jernih,
bau
khas
-BAB: 1x sehari, konsisitensi
lembek, warna
kuning
|
-BAK: 1-2 x sehari, warna kuning jernih, bau
khas
-BAB: 3 hari 1x (sesak)
|
|
5.
|
Kebersihan
|
-Mandi: 2-3x/hari ,ganti pakaian 1x sehari
|
-Mandi : hanya di seka
|
B. Data objektif
1.Pemeriksaan umum
Keadaan umum : Lemah
Kesadaran :
Compos Mentis
2. Pemeriksaan TTV
S : 36,6° C
N : 88 x/menit
TD : 150/120 mmHg
RR : 70
x/menit
3. Pemeriksaan fisik khusus
a. Inspeksi
Bentuk
tubuh : Kifosis
Cara
berjalan : Tidak pincang
Kepala : Rambut panjang,
beruban, tidak tampak benjolan
Muka : Tidak pucat, tidak odema
Mata : Simetris, conjungtiva
tidak pucat, sclera putih, dan tidak
juling
Hidung : Bersih, tidak tampak polip, tampak pernafasan cuping hidung
Bibir : Bibir tidak pucat, Tidak
tampak stomatitis, lidah bersih
Telinga : Simetris, bersih, tidak
tampak serumen
Leher : Bersih, tidak tampak
pembesaran kelenjar tyroid, tidak
tampak pembengkakan kelenjar
lymfe, tidak tampak pembengkakan vena
jugularis
Mamae :Simetris, bersih, tampak areola
mamae dan papila
mamae
Ketiak : bersih, tidak tampak
pembesaran kelenjar lymfe
Genetalia :tidak dikaji
Anus :tidak dikaji
Extremitas
atas :Simetris, tampak edema
pada ekstremitas atas dextra dan sinistra
Extremitas
bawah:Simetris, tampak edema
pada ekstremitas bawah dextra
b.
Palpasi
Leher : Tidak teraba pembesaran kelenjar tyroid, tidak teraba
pembengkakan
kelenjar lymfe, dan tidak teraba bendungan
vena jugularis
Ketiak : tidak teraba pembesaran
kelenjar lymfe
Payudara : tidak teraba benjolan abnormal
Abdomen : -
c. Auskultasi
Paru :-
Jantung :-
Abdomen :-
d. Perkusi
Reflek patella : ka/ki +/+
4. Pemeriksaan penunjang
Tanggal :28 september 2012
- Creatin :
7.11
- GDA :
170 mg/dl
- Asam Urat :
6.0 (Uric Acid)
- BUN :
105.0
3.2
PENATALAKSANAAN
-
O2
Nasal 2 L/menit
-
Inf. PZ (Natrium
Chlorida) 7 tpm
-
Inj. Ranitidine 2x50 mg IV/hari
-
Inj. Ketorolac 2x30 mg IV/hari
o
PO :
- ISDN 5 mg (u.c.d) oral 3x5 mg
- Aspilet 1x100 mg
- CPG 1x75 mg
- Amiodipin 15 mg
3.3
ANALISA DATA
|
No.
|
Data
|
Masalah
|
Etiologi
|
|
1.
|
Ds : Klien mengeluh sesak nafas
disertai batuk
Do : TTV: TD :150/120 mmHg
N : 88 x/menit
RR: 70x/menit
S : 36,60C
|
Ketidakefektifan
bersihan jalan nafas
|
Sekresi
yang kental/sekresi yang berlebihan sekunder akibat infeksi fibrosiskistik
atau influenza
|
3.4
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Tanggal/jam
:04 Oktober 2012 Jam
: 16.25 WIB
o
Ketidakefektifan
bersihan jalan nafas yang berhubungan dengan sekresi yang kental atau yang
berlebihan sekunder akibat infeksi fibrokistik atau influenza
o
Tujuan dan
Kriteria hasil
- Tujuan :setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24
jam,sesak dan sekresi dapat berkurang
- Kriteria hasil :1.
Mempertahankan jalan nafas paten
2.
RR
3.
Produksi secret
berkurang
3.5
RENCANA TINDAKAN/ INTERVENSI
Intervensi
1. Jelaskan
pada klien dan keluarga tentang penyebab sesak
Rasional : klien dan keluarga mengetahui dan
mengerti penyebab sesak
2. Auskultasi
bunyi nafas
Rasional : mengetahui
bunyi nafas tambahan
3. Kaji frekuensi pernafasan
Rasional :mengetahui
perkembangan gangguan pernafasan
4. Kaji pasien untuk posisi yang nyaman
Rasional :
peninggian kepala tempat tidur mempermudah frekuensi pernafasan
5. Pertahankan polusi
lingkungan minimum
Rasional : untuk menghindari
pencetus alergen
6. Dorong atau bantu latihan napas
abdomen/bibir
Rasional
: memberikan
pasien beberapa carauntuk mengatasi dyspnea
7.
Observasi karakteristik
batuk
Rasional : dapat
memperbaiki keefektifan batuk
8. Berikan obat sesuai indikasi
Rasional : mengurangi Dyspnea
Langganan:
Postingan (Atom)

